Timer

Tampilkan postingan dengan label Kata Hatiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Hatiku. Tampilkan semua postingan

Senin, April 12, 2010

ANDAI BESOK AKU BERTEMU TUHAN

Mungkin ngga sepantasnya aku mengucapkan atau punya keinginan seperti itu tentang Tuhan, Memang aku ngga ada kata2 yang lebih pantas selain pengen bertemu Tuhan, aku sangat sedih saat tanggal 7 april kemaren, dimana aku di telpon ama saudaraku yang berada di Malang dan di marahi sejadi- jadinya, bukan hanya kakak ajha yang marahi namun juga orang tua kandungku, aku ngga tau apa sesungguhnya yang ada dalam hati mereka, aku kertja sampai ngga pulang juga demi mereka, apa memang aku dah ngga di anggap anak atau saudara hingga aku selalu di pojokkan kayak begini, akibat kejadian itu aku malas makan n jatuh sakit, aku ngga masalah sakit bahkan seandainya aku harus cepat ketemu Tuhan asal semua orang di rumah merasa tenang dan ngga terbebani dengan adanya aku di dunia ini. 

Seperti kata2ku yang dulu aku buat mainan bakalan menjadi kenyataan, aku akan segera bertemu Tuhan, masak hanya karena aku pulang lalu ngga mampir ke rumah, lalu aku mendapat omelan yang seperti itu, yang bikin hati dan telingaku panas, aku merasa di dunia ini sudah ngga ada lagi orang yang patut aku jadikan sebagai tempat buat aku berlabuh dan menaruh curhat kala aku mendapat masalah, coz aku ngerasa bahwa semua telah menjauh dari aku.
Jika aku boleh meminta pada Tuhan aku ingin bertemu secepatnya dan tinggal bersama dengan dia dan ngga mau laghe kembali ke bumi, aku merasa hanya DIA saja yang mengerti sungguh masalah dan hidupku, aku ngga pernah merasa sendiri, ngga ada sedih, aku ngga pernah menangis kala ada masalah, apa doaku bisa dikabulkan oleh Tuhan. Pernah dalam hatiku ingin sekali meninggalkan semua yang ada didunia ini.
Andai aku bertemu dengan Tuhan besok aku akan mengucap syukur, n’ yang pasti aku ngga ingin orang yang ada disekitarku merasa kehilangan aku, aku juga ngga mau membuat mereka repot akan kepergianku, karena bagaimanapun aku saat hidup sudah banyak membuat repot, saat aku mati aku ngga mau masih membuat repot semuanya. Sungguh dalam hatiku saat ini tengah sakit banget saat aku di marahin ama orang tua, sudah gitu ama temen2 disini aku malah di diemin tanpa tau masalah yang pasti.

Sebenarnya apa salahku, tolong sampaikan biar aku bisa, aku jadi mikir negative terus buat masalah ini, maafin lok aku juga harus diem balik ke semuanya n aku juga ngga terlalu mikir orang di kampong, anggap aku sudah meninggal n ngga akan pernah kembali kedepan kalian

MAAFKAN AKU KAKEK


Banyak masalah yang tengah aku hadapi, juga banyak sekali dari masalah tersebut yang belum dapat aku selesaikan, mungkin hanya mujizat yang dapat mengubah itu semua, namun yang menjadi pertanyaanku sampai kapan aku dapat menunggu mujizat tersebut terjadi dalam hidupku ini. Saat aku berada di kampong seminggu yang lalu aku mendapati kakek yang baik buatku tengah terbaring lemes ‘n kayaknya dah nunggu ajal buat kedatangan Malaikat, namun aku lepaskan do’a padanya dan member kabar bahwa hidupnya masih dapat luput dari musibah, aku terpaksa menjual barang yang selama ini aku dapatkan dari jerih keringat ku sendiri, namun semua aku ikhlaskan asal aku dapat melihat kakek bisa sembuh dan menjaga serta bercanda dengan cucu dan cicitnya semua.
Aku sangat senang bisa membantu keluarga dari kakekku, namun yang menjadi masalah adalah kakek mau menuruti semua keinginanku, namun aku juga harus menuruti satu keinginannya yang mana menurutku keinginan tersebut sungguh tidak adil buatku. Aku memang punya keinginan buat menjadi keimananku sama dengan semua orang yang ada dalam keluargaku tersebut, namun aku menunggu waktu yang pas, kakek ternyata mau menagih semua apa yang aku omongkan dahulu. Kakek mau di operasi asal aku mau seiman dengan dia, aku jadi makin pusing ‘n gak taw harus ngapain, sungguh pilihan yang teramat sulit buatku. Aku ngga mau menurut nantinya kesembuhan kakekku jadi taruhan, aku menurut aku belum siap, apa aku harus berbohong. Untungnya setelah pihak keluarga besar berunding di temukan jalan terbaik, dan kini kakek bisa menjadi sembuh kembali. Aku hanya ingin minta maaf buat kakek, karena saat operasi di lakukan aku ngga bisa mendampingi, aku saying sama kakek, namun aku juga harus tanggung jawab dalam pekerjaanku.
 Setiap hari aku selalu mengucap syukur kepada Tuhan karena member kesembuhan buat kakekku, dalam 3 hari kedepan ini kakek akan diperbolehkan pulang, aku ngga mau kakek selalu mencariku, sekalipun aku jauh dari semua saudara yang berada di kampong, namun hatiku ada buat semuanya, untuk kesekian kalinya aku ingin agar semua keluarga dapat diberi kesehatan yang cukup dari Tuhan, Tolong ya Tuhan jangan keluargaku yang di beri sakit penyakit jika aku yang banyak melakukan dosa, aku ingin mengganti semua sakit penyakit dari mereka seperti Engkau telah menbus semua sakit penyakit dan dosa dari semua umat manusia agar kami semua selamat, aku ingin Orang tua di rumah mau mengampuni aku sekalipun aku telah lama tak menginjakkan kakiku, aku percaya bahwa Tuhan maha tau buat semua itu




Banyuwangi, 12 april 2010
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management