Timer

Senin, April 12, 2010

Dan Waktu

kau tahu?
berapa juta detik aku telah berdiri
mulai teriak, merangkak, melangkah
untuk setiap debar jantung
untuk semua nafas yang terhembus
waktuku tak mampu surut
barang setapak

aku rindu pulang
kembali ketika aku masih menjadi satu dari sejuta
kembali ke tempat kelam
diantara delapan belas purnama

waktu tak pernah membuatku menang
bahkan ketika semua mengantarkan ku pergi
hingga aku tinggal sendiri
semua debar itu terasa
dari peluh yang banjir lagi membara
tak juga aku menang

ketika waktu mengantarkan
saat gunung telah lepas
dan lautan telah kering
ketika kita semua bertelanjang
aku tidak juga menang

menang membuatku berhenti
kalah membuatku berlari
aku cuma ingin tersenyum
diakhir waktu

Sumber : Miles

AYAH

Ayah.
Masih jelas terbayang kerut diwajahmu,
Masih terbayang tatapan tajam kedua bola matamu
Seolah melihat apa yang ada disana
Jauh disana dibalik bumi.

Engkau mampu membakar semangat kami
Semangat kami, anak-anakmu
Engkau mampu membakar hati kami
Hati kami, anak-anakmu
Berlomba, berpacu membangun negeri
Berpacu membangun moral dan akhlak dinegeri ini

Kini
Kami hanya dapat menatap wajahmu dalam bingkai kayu
Bingkai kayu berlapis kaca
Tergantung didinding putih bersih.
Seputih keikhlasan yang telah kau berikan.

Ayah
Hanya doa yang terpanjatkan
Doa kepada Allah yang maha pengasih dan penyayang.
Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku
Sayangilah dia sebagaimana dia menyayangi sejak kecil
Ya Allah, berikanlah tempat yang terbaik,
Tempat yang terindah baginya disisiMu
Amien ya rabbal alamien.

Sumber : Miles

ANDAI BESOK AKU BERTEMU TUHAN

Mungkin ngga sepantasnya aku mengucapkan atau punya keinginan seperti itu tentang Tuhan, Memang aku ngga ada kata2 yang lebih pantas selain pengen bertemu Tuhan, aku sangat sedih saat tanggal 7 april kemaren, dimana aku di telpon ama saudaraku yang berada di Malang dan di marahi sejadi- jadinya, bukan hanya kakak ajha yang marahi namun juga orang tua kandungku, aku ngga tau apa sesungguhnya yang ada dalam hati mereka, aku kertja sampai ngga pulang juga demi mereka, apa memang aku dah ngga di anggap anak atau saudara hingga aku selalu di pojokkan kayak begini, akibat kejadian itu aku malas makan n jatuh sakit, aku ngga masalah sakit bahkan seandainya aku harus cepat ketemu Tuhan asal semua orang di rumah merasa tenang dan ngga terbebani dengan adanya aku di dunia ini. 

Seperti kata2ku yang dulu aku buat mainan bakalan menjadi kenyataan, aku akan segera bertemu Tuhan, masak hanya karena aku pulang lalu ngga mampir ke rumah, lalu aku mendapat omelan yang seperti itu, yang bikin hati dan telingaku panas, aku merasa di dunia ini sudah ngga ada lagi orang yang patut aku jadikan sebagai tempat buat aku berlabuh dan menaruh curhat kala aku mendapat masalah, coz aku ngerasa bahwa semua telah menjauh dari aku.
Jika aku boleh meminta pada Tuhan aku ingin bertemu secepatnya dan tinggal bersama dengan dia dan ngga mau laghe kembali ke bumi, aku merasa hanya DIA saja yang mengerti sungguh masalah dan hidupku, aku ngga pernah merasa sendiri, ngga ada sedih, aku ngga pernah menangis kala ada masalah, apa doaku bisa dikabulkan oleh Tuhan. Pernah dalam hatiku ingin sekali meninggalkan semua yang ada didunia ini.
Andai aku bertemu dengan Tuhan besok aku akan mengucap syukur, n’ yang pasti aku ngga ingin orang yang ada disekitarku merasa kehilangan aku, aku juga ngga mau membuat mereka repot akan kepergianku, karena bagaimanapun aku saat hidup sudah banyak membuat repot, saat aku mati aku ngga mau masih membuat repot semuanya. Sungguh dalam hatiku saat ini tengah sakit banget saat aku di marahin ama orang tua, sudah gitu ama temen2 disini aku malah di diemin tanpa tau masalah yang pasti.

Sebenarnya apa salahku, tolong sampaikan biar aku bisa, aku jadi mikir negative terus buat masalah ini, maafin lok aku juga harus diem balik ke semuanya n aku juga ngga terlalu mikir orang di kampong, anggap aku sudah meninggal n ngga akan pernah kembali kedepan kalian
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management